Kesaksian Mark Zuckerberg dalam sidang Cambridge Analytica

Kesaksian Mark Zuckerberg dalam sidang Cambridge Analytica

 

“Kesaksian Mark Zuckerberg menyoroti fakta simpel, ia tak paham bagaimana mengerjakan perusahaan besar, global dan dimiliki publik.”

Satu golongan penggiat pemodal besar minta Mark Zuckerberg untuk mundur. Ini datang dari berbagai kalangan sebagai protes untuk Mark yang tidak bisa mengontrol Fb dengan benar.

CEO dan co-founder Facebook Mark Zuckerberg mengakui perusahaan sudah membikin kekeliruan dalam menangani 50 juta data pengguna. Jaringan media sosial terbesar dunia itu disebut gagal melindungi puluhan juta data penggunanya yang diterapkan untuk menolong Donald Trump memenangi pemilihan presiden 2016.

“Ia dikala ini mempunyai dua jabatan di Facebook – CEO dan Ketua Dewan. Telah waktunya bagi ia untuk menyerahkan setidaknya salah satu, bila tak keduanya. Sebaiknya antara CEO dan Petinggi harus dipisahkan sehingga bisa beroperasi dengan nyaman.

Mark Zuckerberg sendiri sudah menjanjikan langkah yang lebih keras untuk mengendalikan jalan masuk pengembang kepada info yang “bocor” berhubungan skandal Cambridge Analytica.

Open MIC tak mempunyai saham Facebook, tapi perusahaan hal yang demikian mempunyai sejarah mengkoordinasi pemodal Facebook untuk minta perilaku yang lebih bertanggung jawab dari Facebook.

Permulaan tahun ini, golongan hal yang demikian mengkoordinasi permintaan untuk laporan pemegang saham mengenai gangguan pemilihan dan tantangan platform lainnya, serta permintaan terpisah untuk menyusun komite pengawasan risiko.

Open MIC bukan satu-satunya golongan yang memberi tekanan pada Zuckerberg. Minggu lalu, pengawas keuangan Kota New York, Scott Stringer, menyerukan perubahan serupa dalam struktur dewan Facebook atas nama dana pensiun kota, pemodal signifikan di Facebook.

Stringer mengutip penurunan terupdate dalam saham Facebook sebagai dampak dari perilaku yang diukur tak bertanggung jawab. Saham Facebook sudah menurun hampir 15 persen semenjak rincian terupdate dari Cambridge Analytica terkuak.

Zuckerberg cuma membatasi 16 persen saham Facebook, tapi mempunyai 60 persen hak bunyi perusahaan, sehingga tak mungkin bagi pemodal untuk menggesernya.

Sementara itu, pada September 2017, dewan Facebook mengeblok sebuah agenda yang akan memperkuat tenaga voting Zuckerberg lebih jauh dengan mengelompokkan lagi saham perusahaan.

Sebagaimana diinformasikan BBC, Cambridge Analytica mengaplikasikan data pribadi dari 50 juta pengguna Facebook untuk memberi pengaruh pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu. Sementara Cambridge yakni firma yang mengurus kampanye Donald Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *