Makanan yang Hampir Punah di Indonesia

Makanan yang Hampir Punah di Indonesia

Semakin hari, semakin banyak ragam kuliner di Indonesia. Baik kuliner lokal maupun mancanegara. Banyak pula para pengusaha yang terus berinisiatif menghadirkan kuliner-kuliner baru demi memanjakan lidah para pecinta makanan. Namun, seiring berjalannya waktu, nampak beberapa makanan tradisional yang mulai hilang di pasaran. Entah karena kurangnya peminat maupun kalah saing dengan kelezatan fastfood atau makanan cepat saji. Mari bernostalgia bagi kalian yang lahir tahun 90-an dengan beberapa makanan berikut ini.

  1. Telur Cicak

Permen yang dikenal dengan nama telur cicak ini memiliki bentuk bola kecil warna-warni. Teksturnya renyah jika digigit, terkadang dilapisi cokelat di dalamnya. Permen ini dahulu sangat terkenal di kalangan anak-anak jaman 90-an. Warnanya yang cerah membuat puluhan mata tertarik untuk menyantapnya.

  1. Permen Karet ‘YOSAN’

Permen karet legendaris ini sangat terkenal di kalangan anak-anak hingga remaja. Pasalnya di dalam permen karet ini ada sayembara yang menjanjikan hadiah jika kita dapat mengumpulkan huruf pada bungkusnya dan menata menjadi kata *YOSAN*. Namun sayang, untuk mendapatkan huruf N sangat sulit hingga orang-orang menyangka bahwa kuis ini hanyalah upaya promosi semata yang menipu. Nyatanya tahun 2005 ada salah seorang anak dari pemilik warung yang menemukan bungkusan berhuruf N ini. Ia mendapat hadiah jersey sepak bola MU. Hal ini menjadi fenomena yang sangat langka ditemui.

  1. Ketapang

Makanan tradisional yang terbuat dari tepung terigu dan kelapa ini sangat jarang ditemui di kalangan masyarakat. Anda dapat menemukan makanan yang satu ini hanya ketika hari idul fitri tiba. Makanan ini memiliki tekstur yang renyah dan gurih. Banyak yang mulai melupakan makanan yang satu ini. Para generasi mudapun nampaknya tidak mengetahui resep membuat ketapang. Sebagai generasi penerus bangsa ayo lestarikan makanan tradisional di daerah Anda agar tidak punah.

  1. Geplak

Geplak ada dua macam baik geplak Betawi maupun geplak Jawa. Dua-duanya sama sama memiliki rasa manis. Namun perbedaannya terlihat pada warna geplak. Geplak Betawi umumnya warna putih, sementara geplak Jawa beraneka ragam warnanya. Geplak memiliki tekstur yang lunak sehingga mudah hancur. Ketika geplak digigit maka geplak langsung hancur lebur dan memberikan sensasi manis di lidah Anda. Jangan khawatir, gula yang digunakan ialah gula alami baik gula pasir maupun gula jawa. Jadi Anda tidak perlu takut akan gula buatan yang bertebaran di beberapa makanan kemasan.

Itulah beberapa contoh makanan yang hampir punah. Masih banyak makanan yang kian sulit ditemukan. Setiap daerah pasti memiliki makanan khas sendiri. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki citarasa yang sangat unik dan beragam. Tugas kita ialah mencicipi dan melestarikan budaya kuliner di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *