Marak Makarel Bercacing, Kedubes RI di Peru Sudah Ingatkan KKP

Marak Makarel Bercacing, Kedubes RI di Peru Sudah Ingatkan KKP

Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) mengakui sudah memperoleh info dari Kedutaan Besar Indonesia di Peru yang di sampaikan Kementerian Luar Negeri Negeri berkaitan temuan product ikan makarel kalengan asal Cina yang tercemar cacing Anaskis Sp yang telah mati. Info itu di sampaikan lewat surat perhatian pada akhir 2017 lantas, sebelumnya ramai diketemukan product ikan kalengan bercacing di Riau pada pertengahan bln. Maret ini.

Merespons surat itu, Kepala Tubuh Karantina Ikan, Pengendalian Kualitas serta Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina mengatakan, pihaknya lalu kirim pemberitahuan atau kabar berita pada otoritas pemerintahan Cina. Jadi langkah antisipasi, KKP memohon pemerintah Cina memperhatikan semuanya product yang di-import ke Indonesia, termasuk juga product ikan kalengan.

” Sesudah memperoleh info itu, KKP lakukan uji pada beberapa produk semacam dengan memberikan parameter uji, yakni uji parasit, ” tutur Rina pada Tempo di kantornya, Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Maret 2018. Waktu itu uji parasit belum juga masuk dalam kriteria pengujian kualitas hasil perikanan ikan beku seperti diputuskan sesuai sama standard nasional Indonesia (SNI).

Sesudah dikerjakan pengujian, lalu diketemukan ada satu diantara product export punya perusahaan dari Cina terkontaminasi dengan cacing Parasit Anisakis Sp yang telah mati. ” Sesudah ada temuan itu, kami segera berikan pemberitahuan pada otoritas kompeten. Sembari memohon untuk memerhatikan semuanya product mereka yang masuk ke Indonesia, ” tutur Rina.

Sesuai sama perjanjian, jika ada ketidaksesuaian yang sifatnya keamanan pangan serta tidak membahayakan manusia, semuanya product berkaitan dikembalikan pada 15 Maret 2018.

Kemudian, Kepala Pusat Pengendalian Kualitas BKIPM, Widodo Sumiyanto, baru keluar temuan tiga merk product ikan makarel yang terindikasi memiliki kandungan cacing, di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, ramai dikabarkan pada 17 Maret 2018.

Sesudah dikerjakan pelacakan oleh BPOM, nyatanya beberapa produk itu datang dari produsen yang sama. ” Yang terlebih dulu, telah kami berikan pemberitahuan, ” tutur Widodo.

Tempo hari, jadi tindak lanjut temuan itu, BPOM menginformasikan ada 27 merk product ikan makarel kalengan yang terindikasi memiliki kandungan cacing. BPOM jadi instansi yang bertanggungjawab pada peredaran product yang telah memperoleh izin edar di Indonesia, meyakinkan juga akan menarik semuanya beberapa produk itu.

Karna masalah ikan makarel bercacing tersebut, KKP, jadi kementerian tehnis yang bertanggungjawab mengawasi bahan baku product import menyarankan menambahkan uji parameter untuk kualitas hasil perikanan, yaitu uji parasit. ” Kami lewat BKIPM usulkan menambahkan parameter uji, bahkan juga sebelumnya revisi standarnya usai, ” kata Widodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *