PemerintahPemerintah harus merombak sistem pendidikan kejuruan Indonesia

PemerintahPemerintah harus merombak sistem pendidikan kejuruan Indonesia

pemerintah

Pemerintah harus merombak sistem pendidikan kejuruan Indonesia sehingga mampu mengakomodasi tuntutan pekerja terampil di industri negara tersebut, kata seorang menteri senior.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah juga perlu lebih mempersiapkan lulusan kejuruan sehingga mereka siap dan cukup kompeten untuk bergabung dengan angkatan kerja di negara tersebut.

“Kami memiliki semua waktu untuk sampai pada kesimpulan bahwa sekolah kejuruan Indonesia tidak memiliki fokus yang jelas,” kata Darmin pada hari Kamis saat peluncuran sebuah buku berjudul Kebijakan Pengembangan Sekolah Pendidikan di Indonesia untuk tahun 2017-2025.

Menteri tersebut memuji lokakarya kejuruan yang telah diadakan; Namun, dia mengungkapkan kekhawatiran bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan masih perlu menghadiri lokakarya semacam itu.

“Ketika kami bertanya kepada mereka [para lulusan], mereka mengatakan bahwa atasan mereka telah memerintahkan mereka untuk menghadiri lokakarya tersebut karena dianggap kurang dalam keterampilan.”

Darmin mengatakan, pendidikan kejuruan di Indonesia harus difokuskan pada agribisnis, pariwisata, kesehatan, e-commerce dan layanan rumah tangga.

Dia menambahkan bahwa lulusan sekolah kejuruan harus dilengkapi dengan keterampilan berwirausaha.

Darmin berharap buku tersebut bisa dijadikan acuan oleh pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan kejuruan.

Menurut data, 144 konsentrasi dicatat telah ditawarkan di sekolah menengah kejuruan pada tahun 2016. Lima konsentrasi paling populer, yang dipilih oleh 54 persen siswa sekolah menengah kejuruan, adalah: teknik komputer dan jaringan, rekayasa kendaraan ringan, akuntansi, administrasi perkantoran dan teknik perkeretaapian. (ami / ebf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *